Saat cinta telah bertahta menjadi pengatur alur cerita
disana para menteri kan setia mengiringi gerak sang penguasa
tak ada rasa merengkuh menggantikan deru gembala
melaju begitu semestinya tiada beban dalam kepala
siapa lagi kalau bukan dia yang tengah menjadi pemain
beranjakpun tak lagi menuruni buah kerikil curam layaknya pengantin
raja juga permaisuri mengiringi punggawa kanan kiri
dunia seakan menanti dari buah hasil hingga kini
politik bukanlah dunia yang akan menghasilkan kejora indonesia
namun hanya perantara tuk jadikan sebuah keagungan hidup didalamnya
jangan sampai engkau terlena bercanda menikmati atas keluh kesahnya
sebeb ini bukanlah panggung sandiwara yang akan memberimu nikmat sementara
dari seorang yang telah menderita sekian lama
menahan kepahitan ditengah manisnya hingar bingar dunia
susah untuk ditebak bimbang juga dirasa
hanya mementingkan dirimu semata, namun sebenarnya tak untung keduanya
dari baris siapa yang akan mengerti tentang cinta yang begitu indah
melaju bersama kereta keagungan yang penuh derita payah
bening saat temui cahaya penerang jiwa
lalu sepoi angin menyapa dengan segenap kelembutan warna
jangan pernah lagi membuat semua hambar tuk diraba
sebab engkaulah yang sebenarnya melukiskan derita-derita fana
kuncup manisnya tak jumpa bila nahkoda tak lagi berdaya
lalu engkau dengan lantang "merekalah yang membuat derita
by.fyn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar