antrian masih begitu rame diwarung kelontong, teringat pekerjaan yang masih numpuk belum juga terselesaikan, segera ku tinggalkan sembari membawa soto berkantong keresek hitam, dalam angan ini "segala puji untukmu ya tuhan. . . hari ini telah engkau anugerahkan rizki untuk hamba" cintamu terasa dalam dada
Rabu, 04 Juni 2014
Rizkiku Hari Ini
hawa kota kebumen semakin terasa panas saja, terkadang mendung terkadang juga tak panas juga mendung, hari yang tak begitu bersahabat. panjual soto sekaligus kelontong sederhana.terlihat sibuk melayani para pembeli yang sudah mengantri mendapatkan giliran sotonya, seperti biasa, sebuah fenomena yang tidak pernah hilang dari pandangan saya. giliranku pun sepertinya masih begitu lama, menyiapkan plastik melingkar siap untuk diisi kecambah ijo, bihun dan juga beberapa cuil daging ayam, setelahnya baru disiram dengan air soto yang telah dipanasi, terkadang untuk mendapatkan rasa yang beda, sang penjual menawarkan rasa pedas yang diinginkan pembeli, "mas ini sotonya mau yang pedas apa nda ?" sambil menyiapkan beliau menunggu jawabanku, singkat ku anggukan kepala. beliaupun paham maksudku. soto telah jadi akupun memberikan lembaran kertas uang yang memang telah aku siapkan sebelumnya. " ini bu uangnya" kataku singkat. "iya pas, matur suwun mas" ibu menimpali kataku, ku anggukan kepala sambil senyum mengembang untuknya.
antrian masih begitu rame diwarung kelontong, teringat pekerjaan yang masih numpuk belum juga terselesaikan, segera ku tinggalkan sembari membawa soto berkantong keresek hitam, dalam angan ini "segala puji untukmu ya tuhan. . . hari ini telah engkau anugerahkan rizki untuk hamba" cintamu terasa dalam dada
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar