malam ini aku ingin engkau seperti bintang
meski jauh namun cahayamu tetap kelihatan
melekat pekat bersama gelapnya malam, menanti siang
dibibir jurang yang begitu curam engkau tetap pada pendirian
memang aku bukanlah malaikat yang akan menerjang digurun peperangan
mendesir kesakitan saat sabetan pedang mulai mengucurkan darah perjuangan
sendi-sendi awak tanpa kepala, bergelimpangan ditengah pesta kemanangan
begitukan manusia yang sebenarnya dalam kenyataan
namun sebenarnya kekalahan ada dalam diri mereka yang tertawa ataupun korban
adakah keadilan dialam yang begitu indah ini
menukik meringik saat mereka tersakiti
oh . . . serojaku dengarlah. . . keindahan mungkin tak pernah ada
sebab mereka telah mengingkari janji untuk sesama
by.fyn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar