tak berkenan menafsiri semua adalah sama
mungkin engkau yang terlalu fokus dalam dunia
hingga engkau berfikir olah katamu menjadikan hasil semua
padahal semua itu hanyalah samar saja, layaknya cahaya
kecoa sekalipun ditepati janji, apalagi anda
bahkan mungkin keinginan yang kiranya tak ada
sebab semua datangnya dari satu yang sama
hanya saja warna yang berbeda
intinya lazim semua
anda, saya, mereka, bahkan dia
tak ada lagi batas yang jadi penghalang
terkecuali engkau pembuat halang rintang
maka jangan lagi heran, dia akan kembali pada anda mendatang
Sabtu, 07 Juni 2014
Rabu, 04 Juni 2014
Rizkiku Hari Ini
antrian masih begitu rame diwarung kelontong, teringat pekerjaan yang masih numpuk belum juga terselesaikan, segera ku tinggalkan sembari membawa soto berkantong keresek hitam, dalam angan ini "segala puji untukmu ya tuhan. . . hari ini telah engkau anugerahkan rizki untuk hamba" cintamu terasa dalam dada
Selasa, 03 Juni 2014
Bukan Kehendakmu
Saat cinta telah bertahta menjadi pengatur alur cerita
disana para menteri kan setia mengiringi gerak sang penguasa
tak ada rasa merengkuh menggantikan deru gembala
melaju begitu semestinya tiada beban dalam kepala
siapa lagi kalau bukan dia yang tengah menjadi pemain
beranjakpun tak lagi menuruni buah kerikil curam layaknya pengantin
raja juga permaisuri mengiringi punggawa kanan kiri
dunia seakan menanti dari buah hasil hingga kini
politik bukanlah dunia yang akan menghasilkan kejora indonesia
namun hanya perantara tuk jadikan sebuah keagungan hidup didalamnya
jangan sampai engkau terlena bercanda menikmati atas keluh kesahnya
sebeb ini bukanlah panggung sandiwara yang akan memberimu nikmat sementara
dari seorang yang telah menderita sekian lama
menahan kepahitan ditengah manisnya hingar bingar dunia
susah untuk ditebak bimbang juga dirasa
hanya mementingkan dirimu semata, namun sebenarnya tak untung keduanya
dari baris siapa yang akan mengerti tentang cinta yang begitu indah
melaju bersama kereta keagungan yang penuh derita payah
bening saat temui cahaya penerang jiwa
lalu sepoi angin menyapa dengan segenap kelembutan warna
jangan pernah lagi membuat semua hambar tuk diraba
sebab engkaulah yang sebenarnya melukiskan derita-derita fana
kuncup manisnya tak jumpa bila nahkoda tak lagi berdaya
lalu engkau dengan lantang "merekalah yang membuat derita
by.fyn
disana para menteri kan setia mengiringi gerak sang penguasa
tak ada rasa merengkuh menggantikan deru gembala
melaju begitu semestinya tiada beban dalam kepala
siapa lagi kalau bukan dia yang tengah menjadi pemain
beranjakpun tak lagi menuruni buah kerikil curam layaknya pengantin
raja juga permaisuri mengiringi punggawa kanan kiri
dunia seakan menanti dari buah hasil hingga kini
politik bukanlah dunia yang akan menghasilkan kejora indonesia
namun hanya perantara tuk jadikan sebuah keagungan hidup didalamnya
jangan sampai engkau terlena bercanda menikmati atas keluh kesahnya
sebeb ini bukanlah panggung sandiwara yang akan memberimu nikmat sementara
dari seorang yang telah menderita sekian lama
menahan kepahitan ditengah manisnya hingar bingar dunia
susah untuk ditebak bimbang juga dirasa
hanya mementingkan dirimu semata, namun sebenarnya tak untung keduanya
dari baris siapa yang akan mengerti tentang cinta yang begitu indah
melaju bersama kereta keagungan yang penuh derita payah
bening saat temui cahaya penerang jiwa
lalu sepoi angin menyapa dengan segenap kelembutan warna
jangan pernah lagi membuat semua hambar tuk diraba
sebab engkaulah yang sebenarnya melukiskan derita-derita fana
kuncup manisnya tak jumpa bila nahkoda tak lagi berdaya
lalu engkau dengan lantang "merekalah yang membuat derita
by.fyn
Senin, 02 Juni 2014
Bunga Serojaku
malam ini aku ingin engkau seperti bintang
meski jauh namun cahayamu tetap kelihatan
melekat pekat bersama gelapnya malam, menanti siang
dibibir jurang yang begitu curam engkau tetap pada pendirian
memang aku bukanlah malaikat yang akan menerjang digurun peperangan
mendesir kesakitan saat sabetan pedang mulai mengucurkan darah perjuangan
sendi-sendi awak tanpa kepala, bergelimpangan ditengah pesta kemanangan
begitukan manusia yang sebenarnya dalam kenyataan
namun sebenarnya kekalahan ada dalam diri mereka yang tertawa ataupun korban
adakah keadilan dialam yang begitu indah ini
menukik meringik saat mereka tersakiti
oh . . . serojaku dengarlah. . . keindahan mungkin tak pernah ada
sebab mereka telah mengingkari janji untuk sesama
by.fyn
meski jauh namun cahayamu tetap kelihatan
melekat pekat bersama gelapnya malam, menanti siang
dibibir jurang yang begitu curam engkau tetap pada pendirian
memang aku bukanlah malaikat yang akan menerjang digurun peperangan
mendesir kesakitan saat sabetan pedang mulai mengucurkan darah perjuangan
sendi-sendi awak tanpa kepala, bergelimpangan ditengah pesta kemanangan
begitukan manusia yang sebenarnya dalam kenyataan
namun sebenarnya kekalahan ada dalam diri mereka yang tertawa ataupun korban
adakah keadilan dialam yang begitu indah ini
menukik meringik saat mereka tersakiti
oh . . . serojaku dengarlah. . . keindahan mungkin tak pernah ada
sebab mereka telah mengingkari janji untuk sesama
by.fyn
Langganan:
Komentar (Atom)