Senin, 06 Juni 2016

Bulir Embun


sekejap mata yang berpasang-pasang membentuk saksi
menerjang bagaikan kilat tanpa cahaya
sebersih embun yang terlihat suci
jadikah hati kian mengembara

langkahkan sebuah tujuan hidup yang tak bertajuk
menalar sebuah ilusi yang tak mungkin terasa
adalah nyata bila engkau lakukan tuk menjenguk
adalah mimpi bila hanya diam dan hanya mengindra

lihai dalam hal menenangkan jiwa
adalah langkah hidup menuai sebuah bahasa
yah. . . bahasa kehidupan kan selalu ada
meski engkau menolak dengan tegas dan nyata

embunpun kan menghilang dikala matahari menyapa
kering tak berbekas sedikitpun diujuang daun
lihatlah. . . dia akan kembali lagi esok untuk jumpa
meski keadaan, pula kisah berbeda terus beralun

Selasa, 21 Juli 2015

Kernyitan Kening


Sepertinya aku mengerti tentang Cinta sejati
Namun semua tak akan ada sebuah jalin yang mesra ketika tak ada dalam hati
bukanlah sebuah keinginan saja yang menjadi sebuah pondasi
Tetapi semua kan saling mendukung adanya daya yang telah terisi

Seakan terusik musik klasik yang membawa suasana
Menyihir keadaan apapun hingga terbawa disekat-sekat rasa
menelisik jauh dipandang mata hingga tak terhingga
Menuai sesekali tanya jawabpun tak mungkin tercerna

Taukah. . . engkau adalah bidadariku yang ada dalam mimpiku
Senyumu seperti ombak yang menyisir setiap tepi
Membawaku menyimpulkan, mungkinkah engkau jodohku
hmmm terasa bodohnya diriku menanti hal yang tak pasti

Percayalah sahabat hati

by. Np Sasmita Rahman 

Selasa, 05 Mei 2015

Sajak Nanar














Aku merindumu dalam setiap helaan nafasku
cinta mengapa engkau hanya bisa menyiksa
benarkah engkau hanya sementara diusiaku
atau hanya sebatas memberi pelajaran tentang rasa

biru memberi lambang kedamaian dalam sebuah jalinan
namun tak semudah mengisahkan kenangan lalu
berujung diusia yang semakin membuat nanar pandangan
satu saja akan membuatmu lebih bijak bagaikan ratu

terkadang semua yang ada hanya indah dalam penilaian orang lain
engkaupun yakin bahwa mereka bahagia adanya
tak harus kaya untuk mencapai se-bahagia mungkin
sebab ia terletak disegenap hati yang halus, bukan pada hartanya

lain rasa lain pula tempatnya
bertajuk mimpi tak sepadan kata
sumpah yang kadang membuatmu kecewa
dari itu berhati-hatilah dalam berbicara

Karya : Nopisasmita Rahman

Minggu, 03 Mei 2015

SUKA DUKA BERSAMA















Wahai cinta yang tengah melambaikan hikmah
kau bagaikan samudra yang indah dengan ombaknya
menyatu dengan desiran suara yang tengah menggelora
penyejuk jiwa yang mampu hilangkan susah payah

mewakili bait ini tanpa harus engkau ketahui
merajuk jiwa yang tengah kucari-cari
lelehkan suasana tegang saat jumpa menanti
bukan lagi saling membisu, namun beradu empati

jangankan hanya dunia yang fana
jantungpun yang ada disana ikut berdebar iringi yang ada
sunggguh susasana yang akan membuatmu banyak mengerti
bagaimanapun awalnya maka berjanjilah, kau akan bahagia menerimanya nanti


Sabtu, 07 Juni 2014

INDAH CAHAYA

tak berkenan menafsiri semua adalah sama
mungkin engkau yang terlalu fokus dalam dunia
hingga engkau berfikir olah katamu menjadikan hasil semua
padahal semua itu hanyalah samar saja, layaknya cahaya

kecoa sekalipun ditepati janji, apalagi anda
bahkan mungkin keinginan yang kiranya tak ada
sebab semua datangnya dari satu yang sama
hanya saja warna yang berbeda

intinya lazim semua
anda, saya, mereka, bahkan dia
tak ada lagi batas yang jadi penghalang
terkecuali engkau pembuat halang rintang
maka jangan lagi heran, dia akan kembali pada anda mendatang

Rabu, 04 Juni 2014

Rizkiku Hari Ini


hawa kota kebumen semakin terasa panas saja, terkadang mendung terkadang juga tak panas juga mendung, hari yang tak begitu bersahabat. panjual soto sekaligus kelontong sederhana.terlihat sibuk melayani para pembeli yang sudah mengantri mendapatkan giliran sotonya, seperti biasa, sebuah fenomena yang tidak pernah hilang dari pandangan saya. giliranku pun sepertinya masih begitu lama, menyiapkan plastik melingkar siap untuk diisi kecambah ijo, bihun dan juga beberapa cuil daging ayam, setelahnya baru disiram dengan air soto yang telah dipanasi, terkadang untuk mendapatkan rasa yang beda, sang penjual menawarkan rasa pedas yang diinginkan pembeli, "mas ini sotonya mau yang pedas apa nda ?" sambil menyiapkan beliau menunggu jawabanku, singkat ku anggukan kepala. beliaupun paham maksudku. soto telah jadi akupun memberikan lembaran kertas uang yang memang telah aku siapkan sebelumnya. " ini bu uangnya" kataku singkat. "iya pas, matur suwun mas" ibu menimpali kataku, ku anggukan kepala sambil senyum mengembang untuknya.
antrian masih begitu rame diwarung kelontong, teringat pekerjaan yang masih numpuk belum juga terselesaikan, segera ku tinggalkan sembari membawa soto berkantong keresek hitam, dalam angan ini "segala puji untukmu ya tuhan. . . hari ini telah engkau anugerahkan rizki untuk hamba" cintamu terasa dalam dada