Senin, 06 Juni 2016

Bulir Embun


sekejap mata yang berpasang-pasang membentuk saksi
menerjang bagaikan kilat tanpa cahaya
sebersih embun yang terlihat suci
jadikah hati kian mengembara

langkahkan sebuah tujuan hidup yang tak bertajuk
menalar sebuah ilusi yang tak mungkin terasa
adalah nyata bila engkau lakukan tuk menjenguk
adalah mimpi bila hanya diam dan hanya mengindra

lihai dalam hal menenangkan jiwa
adalah langkah hidup menuai sebuah bahasa
yah. . . bahasa kehidupan kan selalu ada
meski engkau menolak dengan tegas dan nyata

embunpun kan menghilang dikala matahari menyapa
kering tak berbekas sedikitpun diujuang daun
lihatlah. . . dia akan kembali lagi esok untuk jumpa
meski keadaan, pula kisah berbeda terus beralun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar