Aku merindumu dalam setiap helaan nafasku
cinta mengapa engkau hanya bisa menyiksa
benarkah engkau hanya sementara diusiaku
atau hanya sebatas memberi pelajaran tentang rasa
biru memberi lambang kedamaian dalam sebuah jalinan
namun tak semudah mengisahkan kenangan lalu
berujung diusia yang semakin membuat nanar pandangan
satu saja akan membuatmu lebih bijak bagaikan ratu
terkadang semua yang ada hanya indah dalam penilaian orang lain
engkaupun yakin bahwa mereka bahagia adanya
tak harus kaya untuk mencapai se-bahagia mungkin
sebab ia terletak disegenap hati yang halus, bukan pada hartanya
lain rasa lain pula tempatnya
bertajuk mimpi tak sepadan kata
sumpah yang kadang membuatmu kecewa
dari itu berhati-hatilah dalam berbicara
Karya : Nopisasmita Rahman

