Selasa, 05 Mei 2015

Sajak Nanar














Aku merindumu dalam setiap helaan nafasku
cinta mengapa engkau hanya bisa menyiksa
benarkah engkau hanya sementara diusiaku
atau hanya sebatas memberi pelajaran tentang rasa

biru memberi lambang kedamaian dalam sebuah jalinan
namun tak semudah mengisahkan kenangan lalu
berujung diusia yang semakin membuat nanar pandangan
satu saja akan membuatmu lebih bijak bagaikan ratu

terkadang semua yang ada hanya indah dalam penilaian orang lain
engkaupun yakin bahwa mereka bahagia adanya
tak harus kaya untuk mencapai se-bahagia mungkin
sebab ia terletak disegenap hati yang halus, bukan pada hartanya

lain rasa lain pula tempatnya
bertajuk mimpi tak sepadan kata
sumpah yang kadang membuatmu kecewa
dari itu berhati-hatilah dalam berbicara

Karya : Nopisasmita Rahman

Minggu, 03 Mei 2015

SUKA DUKA BERSAMA















Wahai cinta yang tengah melambaikan hikmah
kau bagaikan samudra yang indah dengan ombaknya
menyatu dengan desiran suara yang tengah menggelora
penyejuk jiwa yang mampu hilangkan susah payah

mewakili bait ini tanpa harus engkau ketahui
merajuk jiwa yang tengah kucari-cari
lelehkan suasana tegang saat jumpa menanti
bukan lagi saling membisu, namun beradu empati

jangankan hanya dunia yang fana
jantungpun yang ada disana ikut berdebar iringi yang ada
sunggguh susasana yang akan membuatmu banyak mengerti
bagaimanapun awalnya maka berjanjilah, kau akan bahagia menerimanya nanti